Sejak abad ke-20 hingga abad ke-21, militer Amerika Serikat telah melaksanakan berbagai operasi yang tidak hanya menentukan hasil pertempuran, tetapi juga membentuk tatanan keamanan global. Beberapa di antaranya berhasil membalikkan keadaan perang besar, sementara yang lain mencapai tujuan politik secara cepat dan presisi. Artikel ini menyajikan peringkat operasi militer Amerika Serikat yang paling sukses, dari peringkat ke-10 hingga ke-1, berdasarkan dampak historis, kualitas pelaksanaan operasi, dan hasil strategisnya.

10. Operation Urgent Fury (1983)


Dilaksanakan sebagai respons terhadap kudeta di Grenada dan kekhawatiran akan keselamatan mahasiswa Amerika, operasi ini dengan cepat menjatuhkan rezim yang bermusuhan. Meskipun terdapat kekurangan dalam koordinasi antar-matra, tujuan utama—melindungi warga negara AS dan menstabilkan situasi—berhasil dicapai dalam waktu singkat.

9. Operation Just Cause (1989)


Operasi ini bertujuan menggulingkan penguasa Panama, Manuel Noriega. Dengan pengerahan cepat pasukan lintas udara dan mekanis, Amerika Serikat berhasil menguasai titik-titik strategis utama. Di tengah tantangan pertempuran perkotaan, tujuan politik dan militer tercapai secara tegas dan relatif cepat.

8. Operation Husky (1943)


Invasi Sekutu ke Pulau Sisilia menjadi langkah penting dalam Perang Dunia II. Pasukan Amerika Serikat, bersama Inggris dan sekutu lainnya, berhasil menguasai wilayah tersebut dan mengamankan jalur laut Mediterania. Keberhasilan ini mempercepat runtuhnya posisi Italia dalam Blok Poros.

7. Operation Avalanche (1943)


Pendaratan di Salerno, Italia daratan, menghadapi perlawanan sengit dari pasukan Jerman. Namun, melalui pertahanan yang gigih dan dukungan logistik berkelanjutan, Sekutu mampu mempertahankan dan memperluas kepala jembatan, membuka jalan bagi kampanye Italia selanjutnya.

6. Operation Torch (1942)


Sebagai operasi besar pertama Amerika Serikat di medan Eropa, Torch melibatkan pendaratan amfibi kompleks di Afrika Utara. Keberhasilannya memberikan pengalaman tempur yang sangat berharga dan memperkuat kerja sama Sekutu, menjadi fondasi bagi kemenangan berikutnya.

5. Operation Chromite (1950)


Pendaratan di Inchon selama Perang Korea merupakan salah satu operasi amfibi paling berani dalam sejarah. Dengan memanfaatkan kondisi pasang surut ekstrem, pasukan PBB yang dipimpin AS berhasil mengejutkan musuh. Operasi ini membalikkan jalannya perang dan memutus jalur suplai Korea Utara.

4. Operation Neptune Spear (2011)


Operasi rahasia tingkat tinggi ini berujung pada tewasnya pemimpin al-Qaeda, Osama bin Laden. Dilaksanakan secara senyap dan cepat di wilayah musuh, misi ini menunjukkan kemampuan intelijen, perencanaan, dan eksekusi pasukan khusus Amerika Serikat pada tingkat tertinggi.

3. Operation Enduring Freedom (2001)


Diluncurkan setelah serangan 11 September, operasi ini dengan cepat menjatuhkan rezim Taliban di Afghanistan. Kombinasi pasukan khusus, kekuatan udara, dan kerja sama dengan kelompok lokal menciptakan model perang modern yang menekankan kecepatan dan fleksibilitas.

2. Operation Desert Storm (1991)


Sebagai fase tempur utama Perang Teluk, Desert Storm menampilkan dominasi udara, serangan presisi, dan koordinasi koalisi yang luar biasa. Pasukan Irak dilumpuhkan dalam waktu singkat, dan operasi darat berakhir hanya dalam 100 jam, menandai tonggak penting dalam peperangan modern.

1. Operation Overlord (1944)


Pendaratan Normandia merupakan operasi amfibi terbesar dalam sejarah. Dengan Amerika Serikat sebagai kekuatan utama dalam perencanaan dan pelaksanaan, operasi ini membuka Front Barat melawan Jerman Nazi. Keberhasilannya menjadi titik balik menentukan dalam Perang Dunia II di Eropa.

Kesimpulan

Operasi-operasi dalam daftar ini tidak hanya mencerminkan kemenangan taktis, tetapi juga keberhasilan strategis yang berdampak jangka panjang. Dari pendaratan amfibi berskala raksasa hingga operasi khusus yang sangat presisi, keberhasilan-keberhasilan ini menegaskan pentingnya persiapan matang, inovasi, dan kerja sama internasional. Pelajaran dari operasi tersebut tetap relevan dalam memahami dinamika keamanan global hingga saat ini.